28 Februari 2008

Dari Murid SMP hingga Mahasiswa Tawuran

Rabu, 27 Februari 2008
MAKASSAR (Suara Karya): Pelajar di Makassar, mulai dari tingkat SMP, SMU, hingga mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas), terlibat perkelahian, Selasa (26/2). Akibat perkelahian itu, sedikitnya empat pelajar mengalami luka-luka.
Tawuran melibatkan siswa SMU Negeri 11 di Jalan Mappaodang dengan SMP Negeri 24 Makassar di Jalan Baji Gau, Makassar, yang lokasinya bersebelahan.
Empat orang siswa mengalami luka-luka akibat terkena lemparan batu dan pecahan kaca gedung sekolah, sedangkan lima ruang kelas SMU Negeri 11 rusak berat, bangku-bangku berserakan, dan kaca jendela hancur berantakan.
Feri dan Fadli, siswa kelas III SMU Negeri 11, luka di kepala dan kaki, sedangkan Asphira luka di kaki. Sementara Asrul, siswa kelas II SMP 24, luka di pelipis kena lemparan batu.
Beberapa siswa mengaku tidak tahu persis penyebab awal tawuran yang diwarnai aksi baku lempar batu itu. Menurut Fadli, salah seorang korban, saat keluar dari kamar kecil sekolahnya, tiba-tiba lemparan batu mengarah ke dirinya dan mengenai kepala dan kakinya.
Puluhan personel polisi dari Polresta Makassar Timur dikerahkan untuk mengamankan kedua sekolah tersebut. Polisi juga mengamankan seorang siswa bernama Arifin yang kepergok akan melompat pagar.
Salah seorang anggota polisi mengatakan, kaca sekolah sengaja dipecahkan siswa untuk melempari siswa SMP 24. Kepala SMP 24 Makassar, Amiruddin Mustafa, menjelaskan, ruangan siswa kelas III yang berada di lantai 2 gedung sekolah memang sedang tidak ada guru.
Saat tawuran berlangsung, guru-guru sedang mengikuti pengarahan tentang pengenalan flu burung di sekolah oleh staf Dinas Kesehatan, sedangkan siswa mengikuti pelajaran seperti biasa. "Saya juga heran saat tiba-tiba terdengar suara teriakan dan aksi saling melempar," katanya.
Sementara itu, tawuran antarmahasiswa di Kampus Unhas kembali terjadi. Mahasiswa Fakultas Teknik saling lempar batu dengan gabungan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial.
Penyebab tawuran itu diduga akibat seorang mahasiswa teknik dipukuli mahasiswa fakultas lainnya. Rekan-rekan korban terpancing sehingga tawuran massal selama kurang lebih dua jam terjadi. Tawuran berakhir setelah polisi bersama pejabat rektorat datang menghentikan aksi.
Belum diketahui kerugian yang dialami Kampus Unhas. Sejumlah kaca gedung rusak dan beberapa mahasiswa terluka. Tawuran ini juga mengakibatkan proses belajar mengajar terganggu.
Tawuran antara mahasiswa Fakultas Teknik dan mahasiswa fakultas lain kerap terjadi di Unhas dengan penyebab yang sepele. Sejauh ini warga Kota Makassar mengaku bosan melihat tawuran yang sering terjadi antarmahasiswa. "Katanya mereka orang pintar, calon pemimpin bangsa, tapi kerjanya kok tawuran terus. Kita sudah bosan melihatnya," kata salah seorang warga. (Joko S/Ant/Budi Seno)

Tidak ada komentar: