26 Februari 2008

BAZIS DKI Tolong Warga Tak Mampu Sekolah

Beberapa waktu yang lalu, HU Republika edisi 15 Februari memuat surat pembaca yang berjudul 'Menanti Gebrakan Gubernur DKI: Kemiskinan Warga Jakarta'. Tulisan ini dikirim Sri Mulyati yang beralamatkan Jl. Pertanian Utara 56 RT 1/RW 1 Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Menanggapi pemberitaan tersebut, BAZIS Provinsi DKI Jakarta pada Jumat (15/2) bersama lurah setempat langsung mendatangi alamat tertulis untuk mengetahui kebenarannya. Tim ini bertemu dengan Sri Mulyati, Karpadi (bapak), dan Siti Hasanah (adik) yang kini duduk di bangku kelas satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 8 Jakarta.
Karpadi hanyalah bekas supir dan kini ikut temannya berjualan mie dan kopi. Istrinya seorang buruh cuci harian. Sri Mulyati sendiri bekerja sebagai penjaga warung milik orang lain di terminal Rawamangun, Jakarta Timur.
Setelah melihat langsung dan mendengar cerita mereka, BAZIS Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah konkret untuk menanggung biaya sekolah Siti Hasanah sampai lulus. Sementara adik-adiknya yang lain, Kartinah (siswi kelas I SMP 198 Jakarta) dan M. Safari (siswa kelas III SDN Klender) sudah ter-cover oleh program pemerintah Sekolah Gratis untuk tingkat SD dan SMP.
Kebijakan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab BAZIS Provinsi DKI Jakarta untuk mengantarkan mereka mendapatkan pendidikan yang layak. Pada dasarnya, BAZIS Provinsi DKI Jakarta telah menyalurkan dana zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS) kepada siswa dan mahasiswa setiap tahunnya. Tentu saja, program beasiswa ini belum bisa meng-cover semua siswa tidak mampu yang jumlahnya sangat banyak. ZIS Anda solusinya.

Siti Urfiah AstutiHumas BAZIS Provinsi DKI Jakarta. Gedung Prasada Sasana Karya Jl. Suryopranoto No.8 Petejo Utara Jakarta Pusat

Tidak ada komentar: