"Dalam satu atau dua hari ini kontrak kerja sama pengoperasian bus ini akan segera ditandatangani. Setelah pengusaha pemenang tender melakukan perbaikan, bus-bus ini bisa beroperasi pekan depan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Tauchid, Senin (9/12).
Sesuai dengan kontrak kerja sama, kata Tauchid, bus sekolah akan beroperasi mulai Desember 2008 sampai Juni 2009.
Seperti diberitakan, armada bus sekolah melayani trayek utara Lapangan Banteng-Kemayoran, Tanjung Priok-PIK Penggilingan, Taman Mini-Kampung Melayu dan Pasar Minggu-Blok M, ditambah trayek penghubung Cawang-Grogol dan Cawang- Plumpang. Bus yang pernah beroperasi pada Juli hingga Desember 2007 dengan operator PT Sinar Jaya tersebut terparkir di pool bus transjakarta (eks pool bus PPD) di Kramatjati, Jakarta Timur (Kompas, 13/10).
Dinas Perhubungan DKI menetapkan tarif tempuh per kilometer (km) pada tahun 2007 adalah Rp 4.100 per km. PT Sinar Jaya memenangi tender dengan penawaran Rp 3.900 per km. Pada tahun 2008, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI tahun 2008 mengalokasikan dana untuk pengoperasian bus sekolah, yakni Rp 4,71 miliar atau tarif tempuh Rp 4.700 per km. Namun, pengusaha menilai tarif itu terlalu rendah sehingga hampir tidak ada yang berminat mengikuti proses lelang pada tahap pertama, Juni-Juli lalu (Kompas, 14/10).
Terhitung tahun ini, kata Tauchid, program bus sekolah ini menjadi proyek berkesinambungan sehingga pengoperasiannya tidak lagi tersendat-sendat seperti sebelumnya. "Mekanisme kegiatan berkelanjutan ini dapat menjamin pelayanan bus terhadap pelajar," ujarnya.
Menurut dia, pekan lalu pihaknya menerima surat dari Asisten Keuangan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memastikan pelaksanaan pengoperasian bus sekolah ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, seperti halnya proyek layanan publik lainnya.(PIN)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/10/01581792/bus.sekolah.beroperasi.lagi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar