port-au-prince, sabtu - Sebuah sekolah berlantai tiga, La Promesse, yang berada di pinggiran ibu kota Haiti, Port-au- Prince, Jumat (7/11), ambruk dan menewaskan banyak murid TK dan SD serta guru-guru yang berada di dalamnya.
Hingga Sabtu kemarin, sebanyak 75 mayat bisa dikeluarkan dari reruntuhan bangunan, sebagian besar adalah anak-anak. Upaya untuk mencari korban yang masih selamat maupun mengeluarkan korban tewas menemui banyak hambatan karena terbatasnya peralatan dan kerumunan keluarga korban yang memenuhi lokasi kejadian sehingga mengganggu pertolongan.
Presiden Haiti Rene Preval, Sabtu, langsung mendatangi lokasi kejadian dan menjelaskan bahwa tim-tim pelacak telah menjatuhkan air dan biskuit melalui lubang-lubang di sekitar reruntuhan kepada sekelompok anak yang terperangkap di reruntuhan bangunan. Upaya pertolongan pun difokuskan untuk membebaskan mereka.
"Semalam kami yakin ada sekitar tujuh anak yang masih hidup. Kami berhasil mengeluarkan satu dari mereka, tetapi kami kehilangan semua petunjuk dari enam lainnya. Beberapa mengatakan, mereka mungkin tidur, lainnya meyakini mereka telah tewas," ujar Preval.
Ketika Presiden Haiti berbicara, petugas pertolongan dari Yves Torchon mengabarkan berita buruk, yaitu ditemukan sebuah ruangan dengan 17 orang meninggal di dalamnya.
Konstruksi buruk
Petugas mengatakan, setidaknya 124 orang luka-luka dalam peristiwa itu. Ada sekitar 700 anak bersekolah di sana, tetapi tak diketahui berapa yang tengah berada di dalam sekolah itu.
Penyebab robohnya sekolah tersebut masih diselidiki, tetapi masyarakat sekitar, seperti dilaporkan BBC, menduga hal itu dikarenakan buruknya konstruksi bangunan setelah renovasi dilakukan pascarobohnya sebagian bangunan sekolah yang berada di tepi bukit tersebut.
Lebih dari 9.000 anggota pasukan multinasional dan penjaga perdamaian PBB dikerahkan untuk membantu pertolongan.
(AP/Reuters/OKI)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/09/02252567/sekolah.ambruk.75.orang.tewas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar