Hendarman, Direktur Kelembagaan Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta, Senin (10/11), menjelaskan, pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi ini diharapkan bisa menyiapkan mahasiswa untuk berani mandiri, tidak lagi terfokus menjadi pencari kerja.
"Apalagi data pengangguran terdidik di Indonesia menunjukkan, semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin rendah kemandirian dan semangat kewirausahaannya," kata Hendarman.
Data dari Badan Pusat Statistik soal jumlah penganggur menurut jenjang pendidikan tinggi selama kurun 2004-2007 menunjukkan, pengangguran sarjana mencapai lebih dari 50 persen jika dibandingkan dengan pengangguran lulusan diploma I/II dan akademi/diploma III. Lebih dari 80 persen sarjana memilih bekerja sebagai buruh atau karyawan, dan hanya sekitar 6 persen yang bekerja sendiri.
Menurut Hendarman, sekitar 1.500 dosen dari PTN dan PTS akan menjalani pendidikan kewirausahaan tahun depan. "Para dosen ini perlu diperkaya wawasan dan pengalamannya dalam bidang kewirausahaan karena mereka akan menjadi fasilitator mahasiswa dalam menjalankan pendidikan kewirausahaan di kampus," ujanya.
Selain itu, pemerintah mengalokasikan dana untuk pendidikan kewirausahaan masing-masing Rp 1 miliar untuk 12 kopertis dan masing-masing Rp 500 juta untuk 26 politeknik negeri. Adapun enam universitas yang masuk worldclass university, seperti Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Diponegoro, mendapat anggaran masing-masing Rp 2 miliar.
Antonius Tanan, Presiden Universitas Ciputra Entrepreneurship Center, mengatakan, pendidikan kewirausahaan untuk mahasiswa harus sampai pada tahap mereka mengalami sendiri. Oleh karena itu, pendidikan kewirausahaan ini perlu didampingi dengan orang-orang yang berpengalaman sebagai wirausaha.
"Pendidikan kewirausahaan di kampus ini tidak lagi berhenti pada teori-teori, tetapi harus tahu bagaimana cara menjalankan kewirausahaan, dan mengalami sendiri menjadi wirausahawan," kata Antonius.
Hendri Utama, alumnus Fakultas Hukum UGM, mengatakan bahwa pendidikan kewirausahaan yang diikutinya di kampus setahun lalu memicu keberanian untuk memulai usaha. Kini usahanya di bidang sportainment dan makanan berkembang pesat. (ELN)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/11/00514012/kewirausahaan.digalakkan.di.ptn-pts

Tidak ada komentar:
Posting Komentar