Upaya membangun kesadaran akan bahaya korupsi ternyata tidak hanya efektif dilakukan dalam birokrasi, tetapi juga di lingkup pendidikan, utamanya sekolah. Untuk membangun kesadaran itu Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mendukung sepenuhnya pendidikan antikorupsi untuk pelajar yang diwujudkan dalam bentuk modul antikorupsi. Bahkan, menteri yang juga tokoh Muhammadiyah itu akan menjadikan DKI Jakarta sebagai pilot project pendidikan antikorupsi tersebut.
Dia berpendapat keberadaan modul antikorupsi yang memuat sembilan muatan pokok bahaya korupsi mudah dimasukkan ke dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Bahkan, katanya, modul itu sangat cocok tidak hanya diterapkan di sekolah standar nasional, tetapi juga sangat mudah diaplikasikan di sekolah-sekolah internasional yang banyak bertebaran di Jakarta. Pasalnya, selama ini sekolah itu sudah lebih dulu mengenalkan pendidikan antikorupsi kepada siswa-siswanya.
"DKI Jakarta akan kita jadikan pilot project pendidikan antikorupsi, karena di Jakarta paling banyak hiruk pikuk korupsi. Kalau di Jakarta sukses hal serupa akan kita terapkan di daerah-daerah seperti Temanggung yang merupakan kampung halaman saya," seloroh Mendiknas Bambang Sudibyo saat peluncuran buku antikorupsi untuk pelajar di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/10) siang.
Ia menekankan, pendidikan antikorupsi harus menjadi pendidikan yang berkelanjutan (education post development). Karena itu, dirinya berharap beberapa sistem pendidikan antikorupsi seperti pencanangan kantin kejujuran yang telah dibuat Kejagung, bisa terintegrasi dengan modul antikorupsi yang dibuat sejumlah guru dari DKI Jakarta.
Sekda DKI Jakarta, Muhayat, menyambut baik pendidikan antikorupsi. Menurutnya, mendidik perilaku harus sudah dimulai sejak dini, terutama sejak masa kanak-kanak dan usia belajar. Pasalnya, sebagai generasi masa depan dan untuk menimbulkan sikap antikorupsi itu memang harus dimulai lewat proses pembelajaran. Karena itu, dirinya memberi apresiasi setinggi-tinginya kepada para guru yang telah berinisiatif membuat buku tersebut. "Semoga guru bisa mengimplementasikan isi buku kepada para pelajar, agar dari buku ini akan lahir kader-kader pemimpin yang antikorupsi," harap eks Walikota Jakarta Pusat itu.
Mengenai akan dimasukkannya DKI Jakarta sebagai pilot project pendidikan antikorupsi oleh Departemen Pendidikan Nasional, pihaknya berkomitmen akan mewujudkan hal itu sesegera mungkin, sehingga modul-modul yang sudah ada bisa langsung digunakan. "Komitmen kita bisa segera diwujudkan sesegera mungkin," ujarnya.
A Ghozaly, Guru SMP 45 Cengkareng, Jakarta Barat, yang menjadi salah seorang penyusun modul antikorupsi mengaku, menyelesaikan modul itu dalam tempo satu tahun. Menurutnya modul antikorupsi yang dibuatnya dianggap efektif diterapkan di sekolah unggulan dan sekolah internasional. Pasalnya, di sekolah itu murid tidak lagi berpikir soal kebutuhan hidup, karena kebutuhannya sudah tercukupi sehingga lebih bisa mengaplikasikan nilai kejujuran itu dalam kehidupan sehari-hari. Reporter: dunih http://beritajakarta.com/
Dia berpendapat keberadaan modul antikorupsi yang memuat sembilan muatan pokok bahaya korupsi mudah dimasukkan ke dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Bahkan, katanya, modul itu sangat cocok tidak hanya diterapkan di sekolah standar nasional, tetapi juga sangat mudah diaplikasikan di sekolah-sekolah internasional yang banyak bertebaran di Jakarta. Pasalnya, selama ini sekolah itu sudah lebih dulu mengenalkan pendidikan antikorupsi kepada siswa-siswanya.
"DKI Jakarta akan kita jadikan pilot project pendidikan antikorupsi, karena di Jakarta paling banyak hiruk pikuk korupsi. Kalau di Jakarta sukses hal serupa akan kita terapkan di daerah-daerah seperti Temanggung yang merupakan kampung halaman saya," seloroh Mendiknas Bambang Sudibyo saat peluncuran buku antikorupsi untuk pelajar di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/10) siang.
| "DKI Jakarta akan kita jadikan pilot project pendidikan antikorupsi, karena di Jakarta paling banyak hiruk pikuk korupsi. Kalau di Jakarta sukses hal serupa akan kita terapkan di daerah-daerah seperti Temanggung yang merupakan kampung halaman saya." - Bambang Sudibyo, Mendiknas |
Sekda DKI Jakarta, Muhayat, menyambut baik pendidikan antikorupsi. Menurutnya, mendidik perilaku harus sudah dimulai sejak dini, terutama sejak masa kanak-kanak dan usia belajar. Pasalnya, sebagai generasi masa depan dan untuk menimbulkan sikap antikorupsi itu memang harus dimulai lewat proses pembelajaran. Karena itu, dirinya memberi apresiasi setinggi-tinginya kepada para guru yang telah berinisiatif membuat buku tersebut. "Semoga guru bisa mengimplementasikan isi buku kepada para pelajar, agar dari buku ini akan lahir kader-kader pemimpin yang antikorupsi," harap eks Walikota Jakarta Pusat itu.
Mengenai akan dimasukkannya DKI Jakarta sebagai pilot project pendidikan antikorupsi oleh Departemen Pendidikan Nasional, pihaknya berkomitmen akan mewujudkan hal itu sesegera mungkin, sehingga modul-modul yang sudah ada bisa langsung digunakan. "Komitmen kita bisa segera diwujudkan sesegera mungkin," ujarnya.
A Ghozaly, Guru SMP 45 Cengkareng, Jakarta Barat, yang menjadi salah seorang penyusun modul antikorupsi mengaku, menyelesaikan modul itu dalam tempo satu tahun. Menurutnya modul antikorupsi yang dibuatnya dianggap efektif diterapkan di sekolah unggulan dan sekolah internasional. Pasalnya, di sekolah itu murid tidak lagi berpikir soal kebutuhan hidup, karena kebutuhannya sudah tercukupi sehingga lebih bisa mengaplikasikan nilai kejujuran itu dalam kehidupan sehari-hari. Reporter: dunih http://beritajakarta.com/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar