Menurut beberapa pelajar, pihak sekolah sejak tiga tahun lalu mengutip uang untuk pembelian komputer. Setiap siswa harus membayar Rp 240.000 per tahun, tetapi sekolah hanya menyediakan 10 komputer model lama. Jumlah siswa sekolah 343 anak.
Dalam unjuk rasa yang mendapat pengawalan polisi dan anggota Koramil Ciputat, para siswa mengusung spanduk dan kertas berisi kecaman terhadap pimpinan sekolah, yang mereka nilai tidak bertanggung jawab atas penggunaan uang komputer di sekolah tersebut. Para siswa yang berorasi di lapangan di depan sekolah dikejar-kejar guru untuk mengakhiri aksi itu.
Suhaya, pimpinan sekolah tersebut, tak bisa dimintai konfirmasi karena menghadiri rapat di tempat lain. Para guru sempat berdialog dengan siswa yang meminta penjelasan perihal penggunaan dana komputer sekolah, tetapi pertemuan berlangsung ricuh sebab sebagian siswa mendebat guru.
"Saya tadinya ingin mendengar penjelasan secara langsung dari sekolah, tetapi teman-teman yang lain ribut. Namun, memang penjelasannya tak masuk akal. Tidak jelas ke mana larinya uang komputer," kata Alvin, siswa SMAN 6 Ciputat.
Kepala bidang kesiswaan sekolah tersebut, Usman, mengakui sejak Sabtu (18/10) para siswa sudah meminta penjelasan dari Suhaya, tetapi siswa menilai jawaban Suhaya tak memuaskan mereka. "Barangkali karena kondisi itu, anak-anak lalu demo hari ini," ujar Usman yang menyatakan tak tahu-menahu perihal penggunaan uang komputer dari para siswa.
SMAN 6 Ciputat baru tiga bulan ini menempati gedung sekolah baru. Sebelumnya sekolah itu menempati SMPN 3 Ciputat. (TRI)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/21/01170183/siswa.sma.menuntut.disediakan.komputer

Tidak ada komentar:
Posting Komentar