|
| KOMPAS/PINGKAN ELITA DUNDU / Kompas Images Kondisi 37 bus sekolah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenaskan, Sabtu (11/10) di Pul Bus Transjakarta. Belum tuntasnya proses lelang pengoperasian bus sekolah mengakibatkan bus-bus itu kini terancam jadi besi tua . |
Jakarta, Kompas - Akibat belum tuntasnya proses lelang tahun anggaran 2008, sebanyak 37 bus sekolah hingga kini belum bisa dioperasikan. Bus angkutan gratis untuk pelajar tersebut belum bisa digunakan para pelajar yang akan kembali bersekolah Senin (13/10) ini.
Sejauh pengamatan Sabtu lalu, sebanyak 37 bus sekolah terparkir di Pul Bus Transjakarta (eks Pul Bus PPD) di Kramat Jati, Jakarta Timur. Bus yang tidak dioperasionalkan sejak Januari 2008 itu terancam menjadi besi tua karena kondisi fisiknya sudah memprihatinkan.
Sebagian besar bodi bus tersebut berkarat, baik dari atap hingga bagian bawah bus. Beberapa bus ditopang pelek berkarat dan keropos. Sebagian bus lagi memiliki ban yang sudah botak dan cat bodi yang terkelupas. Sejumlah bus dalam kondisi pintu yang tidak terkunci.
Seorang petugas di Pul Bus Transjakarta Kramat Jati yang tidak mau disebut namanya mengatakan, sebanyak 37 bus sekolah terparkir di tempat itu sejak Januari 2008.
"Sejak masuk di tempat ini bus-bus itu tidak pernah dirawat. Setiap hari, mesin bus tidak pernah dipanaskan," kata petugas itu yang menduga accu bus-bus itu rusak dan tidak berfungsi lagi. Selain itu, masa uji kir bus-bus itu sudah mati sejak 14 september 2008.
Seperti diberitakan, sejak Januari lalu pelajar di Jakarta kehilangan angkutan gratis sehingga sebagian di antara mereka kembali mencegati angkutan bak terbuka di jalan, naik bergerombol. Pemandangan berbahaya itu kerap disaksikan setiap hari oleh pengguna jalan raya. Menghilangnya bus sekolah itu diakui Kepala Unit Pelaksana Teknis Bus Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sihol Sijabat. Menurut dia, pengoperasian bus sekolah dalam tahap proses lelang operasional operator. Direncanakan Agustus semua bus sudah dioperasikan (Kompas, 8/8).
Keterlambatan lelang ini, kata Sihol, karena ada perubahan tarif per kilometer akibat kenaikan harga BBM. Semula harga BBM Rp 4.100 per km, setelah kenaikan harga BBM mengalami penyesuaian tarif menjadi Rp 4.700 per km. Tahun 2007, bus sekolah dioperasionalkan PT Sinar Jaya dan tahun ini harus dilelang kembali.
Trayek
Armada bus sekolah itu melayani trayek utara Lapangan Banteng-Kemayoran, Tanjung Priok-PIK Penggilingan, Taman Mini-Kampung Melayu dan Pasar Minggu-Blok M ditambah trayek penghubung Cawang-Grogol dan Cawang-Plumpang.
Pengadaan bus sekolah gratis untuk pelajar diusulkan sejak tahun 2006. Saat itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengusulkan pengadaan 100 unit bus sekolah, tetapi ditolak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Wakil rakyat ini hanya menyetujui pengadaan 37 unit.
Pada tahun 2007, pengoperasian bus sekolah dilakukan operator, yaitu PT Sinar Jaya. Bus-bus tersebut diinapkan di Pul Bus Sinar Jaya, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Namun, di tengah perjalanan, kebanyakan bus ini juga melayani masyarakat umum. (PIN)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/13/01131561/lelang.telat.bus.sekolah.terancam.jadi.besi.tua

Tidak ada komentar:
Posting Komentar