Dalam perayaan usia emasnya (50 tahun), Yayasan Asih Budi meluncurkan buku berjudul Kuantar ke Cakrawala di Bank Syariah Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 25 Juli lalu. Buku tersebut mengenai kegigihan Yayasan Asih Budi memperjuangkan keberadaan SLB-C sebagai tempat pendidikan untuk anak-anak dengan ketunagrahitaan.
Buku itu untuk panutan dan sumber inspirasi sekolah tunagrahita atau yayasan (SLB Swasta) di Indonesia. Dalam acara tersebut pihak Asih Budi tak lupa mengirim undangan kepada Departemen Sosial dan Departemen Pendidikan Nasional. Depsos menyambut baik undangan itu dengan menghadirkan pejabat-pejabat eselon II.
Undangan yang ditujukan kepada Depdiknas ternyata tidak direspons sedikit pun. Sebagai salah seorang yang berkecimpung dalam masalah anak berkelainan, saya heran kepada Depdiknas tentang kepeduliannya terhadap anak tunagrahita. SLB-C sebenarnya binaan siapa?
Djapean Saragi Kampung Cipedak RT 007 RW 009, Jagakarsa, Jakarta Selatan
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/20/00295056/redaksi.yth

Tidak ada komentar:
Posting Komentar