Di negara Indonesia yang sudah merdeka sekitar 62 tahun masih ada daerah yang tak jauh dari ibu kota Jakarta belum memperoleh perhatian dari pemerintah, utamanya untuk penerangan listrik dan jalan. Di daerah tempat saya bertugas, satu-satunya jalan yang dapat ditempuh adalah melalui sungai.
Sebagai pengajar yang berlokasi di daerah terpencil di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, saya pernah beberapa kali terjatuh dari motor karena sarana jalan seperti persawahan yang licin dan bergelombang jika hujan turun. Lokasi SD Negeri Ciloma dan SMP Satu Atap Ciloma, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, tempat saya mengajar, keberadaannya berada di pinggir hutan dan pinggir sungai. Jarak tempuh dari rumah ke sekolah sekitar 40 kilometer, sekitar 7 kilometer jalannya licin. Sebelum sampai di lokasi sekolah saya harus melewati derasnya arus sungai yang lebarnya sekitar 120 meter.
Saya berharap kepada yang berwenang tolong bantu dengan sarana-prasarana yang dapat menunjang kegiatan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Bangun jembatan gantung agar bisa dipakai oleh siswa menuju sekolah dan masyarakat umum. Siswa SD dan SMP pergi dan pulang menggunakan perahu kecil dan rawan kecelakaan apabila arus air sungai besar, dan itu sering terjadi dengan adanya perahu yang terbalik. Para guru dan siswa butuh penerangan listrik di sekolah untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar.
Masyarakat setempat juga membutuhkan listrik kegiatan sehari-hari mereka. Hendaknya tidak ada diskriminasi antara perkotaan dan daerah. Didi Bin Sama Kampung Pasir Alam RT 18 RW 05, Nangela, Sukabumi, Jabar
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/24/01324715/redaksi.yth

Tidak ada komentar:
Posting Komentar