27 Februari 2008

Bus Sekolah Terkendala Anggaran

Sejak berhenti pada pertengahan Desember tahun lalu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta hingga saat ini belum juga mengoperasikan bus sekolah. Belum cairnya anggaran dijadikan alasan terhambatnya operasionalisasi bus.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Nurachman, pihaknya terpaksa mengandangkan bus sekolah karena belum cairnya anggaran penerimaan dan belanja daerah (APBD) DKI 2008. Selain itu, untuk kembali mengoperasikan bus sekolah harus dilakukan lelang atau tender ulang.
Lelang ulang harus dilakukan untuk menetukan pihak yang mengoperasikan bus sekolah, setelah PT Sinar Jaya habis masa kontraknya. Setelah dilakukan lelang ulang, maka bisa dilakukan pembayaran dan kembali dioperasikan.
Pengoperasian bus sekolah mirip dengan busway, yakni diserahkan kepada swasta. Pemenang tender ini nantinya diwajibkan mengelola manajemen pengoperasian, mulai dari pengemudi hingga perawatan. Tahun lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengucurkan subsidi Rp 55 miliar yang bersumber dari APBD 2007, untuk proyek tersebut.
Bus sekolah mulai beroperasi pada 19 Juli 2007 dengan melayani empat rute. Rute pertama Kemayoran-Lapangan Banteng yang melewati delapan halte. Rute kedua Pulogadung-Tanjung Priok, melewati sembilan halte. Rute ketiga, Taman Mini-Kampung Melayu, melewati 13 halte, dan terakhir, rute Pasar Minggu-Kebayoran Baru yang melewati jumlah delapan halte.
Selain itu, Dinas Perhubungan juga mengoperasikan dua rute penghubung, yaitu rute Cawang-Grogol dan Cawang-Plumpang. Total armada untuk empat rute dan dua rute penghubung tersebut mencapai 34 unit bus.
Kendaraan pengangkut pelajar ini beroperasi pada pukul 05.30-08.00 WIB, 11.00-13.00 WIB (kecuali hari Jumat hingga pukul 14.00 Wib), dan pukul 15.00-18.00 WIB. (Ahmad Muhajir)

Tidak ada komentar: